Gaji Wartawan ala Prabowo dan Ludah Api Raja Jawa

Minggu, 20 Agustus 2017


JAKARTA,RANEWS.TV- Sinar matahari terasa menyengat kulit saat meliput upacara Dirgahayu Republik Indonesia di Universitas Bung Karno pada Kamis (17/8) lalu. Awak media mendapat tempat di belakang barisan mahasiswa dan sebagian lainnya berada di sebelah panggung beratap untuk tamu undangan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais berada di panggung itu duduk di atas kursi. Ketiganya relatif mendapatkan sorotan media.

Usai upacara awak media berkumpul di dekat panggung, menunggu Prabowo, Amien Rais atau Rachmawati untuk diminta keterangan. Kurang lebih setelah 30 menit menunggu jumpa media berlangsung dengan Prabowo dan Rachmawati sebagai narasumber.
Beberapa pertanyaan politik seperti dijawab singkat oleh Prabowo.

Kemudian awak media bertanya soal makna kemerdekaan bagi pemimpin umum Partai Gerindra itu. Prabowo menjelaskan kemerdekaan bukan hadiah melainkan dari perjuangan panjang, tiba-tiba ia menyisipkan candaan soal gaji wartawan kecil.

"Ya kami bela kalian juga para wartawan, gaji kalian juga kecil kan. Saya tahu karena kelihatan dari muka kalian. Muka kalian itu enggak bisa belanja di mal, betulkan? Jujur?” kata Prabowo sambil tertawa.

Gaji Wartawan ala Prabowo dan Ludah Api Raja JawaPrabowo Subianto saat upacara Hari Kemerdekaan di UBK (Detikcom/Rengga Sencaya)


Awak media tertawa mendengar penyataan itu. Beberapa wartawan sempat melontar pernyataan guyonan menanggapi perkatan Prabowo.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Mada Sukmajati menilai apa yang dikatakan Prabowo merupakan guyon. Namun kata dalam kalimat canda itu kurang tepat diucapkan oleh seorang elite politik.

"Media masaa itu pilar keempat demokrasi, terutama elite harusnya respect dengan media massa. Tidak sewajarnya Pak Prabowo katakan seperti itu, tidak bagus bagi komunikasi politik. Media dan wartawan itu jembatan elite politik ke masyarakat," kata Mada Sabtu (20/8).

Mada menjelaskan cara Prabowo membela wartawan tidak elegan.

Jika memang membela wartawan agar mendapat gaji yang tidak kecil, seharusnya Prabowo melakukan langkah kongkrit. Setidaknya melalui partai yang ia pimpin.

Partai Gerindra, kata Mada, bisa melakukan sesuatu untuk membela wartawan agar sejahtera. Apa lagi, kata dia, beberapa waktu lalu ada perusahaan media yang memutuskan hak kerja wartawan.

Seharusnya Gerindra hadir untuk membela, jangan hanya pernyataan politik dari ketua umum.
Mada membandingkan perkataan Prabowo dengan peribahasa Jawa lantaran Prabowo berdarah Jawa. Ada peribahasa jawa yang memakai istilah idu geni yang berarti ludah api.

"Raja di Jawa dulu sabdanya bisa jadi kebijakan, elite politik sebenarnya enggak jauh berbeda dari itu. Seharusnya ada tindak lanjut dari Pak Prabowo. Elite hati-hati kalau berkata di media massa, apa lagi sekelas Pak Prabowo," kata Mada.

Walau hanya bercanda, Mada memrediksi ada wartawan yang merasa tidak dihargai dan dilecehkan oleh Prabowo. Perkataan yang sebenarnya hal kecil bisa menjadi hal besar bila dimaknai negatif oleh media.

Lantas bagaimana tanggapan sebagian wartawan soal ini?

Salah seorang wartawati televisi Rivana Pratiwi menuturkan bahwa kesejahteraan tak hanya soal belanja ke mal.“Kesejahteraan wartawan tidak dinilai hanya dari bisa belanja ke mall saja, terlalu sempit menilai kesejahteraan wartawan dari sudut itu," kata Rivana.

Profesi wartawan, kata Rivana, kini menjadi salah satu profesi yang bisa membuat sukses. Banyak wartawan yang menjadi ikon jurnalistik dan tentu memiliki gaji yang tidak kecil.

Gaji Wartawan ala Prabowo dan Ludah Api Raja JawaIlustrasi kerja insan pers. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Setali tiga uang, reporter politik Hussein Abri Yusuf memilki penjelasan serupa. Prabowo seharusnya menghargai wartawan seperti wartawan menghargai Prabowo.

"Kami memang pekerjaannya menunggu narasumber, apa lagi seperti Pak Prabowo yang intensitas muncul dalam suatu acara, sedikit. Momen-momen kehadiran Pak Prabowo itulah yang sangat ditunggu oleh wartawan," kata Hussein.

Sementara itu, Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI Jakarta Eric Tanjung memandang seharunya perkataan Prabowo ditujukan pada perusahaan media. Menurutnya, sampai saat ini masih banyak wartawan yang mendapat gaji yang tak layak.
"Kalau Prabowo benar peduli dia mengawal itu. Kemudian bagaimana caranya Gerindra kawal perusahaan media dengan memberikan tekanan agar memberikan gaji yang layak," kata Eric.

Berdasarkan Survei AJI tahun 2016, gaji layak untuk wartawan pemula di Jakarta sebesar Rp 7,54 juta. Sedangkan sampai saat belum ada media yang memberikan gaji sebesar itu untuk wartawan pemula.

Saat ini gaji terbesar untuk wartawan pemula berbagai jenis yang bekerja di Jakarta belum mencapai angka tersebut. Gaji terbesar media televisi ada di Metro TV sebesar Rp 5 juta, media radio ada di KBR 68 H sebesar Rp 4,4 juta, media cetak di Jakarta Post Rp 5,8 juta dan media daring ada di Tribunews sebesar Rp4,7 juta.

Lebih lanjut, Eric menejelaskan apa yang disampaikan oleh Prabowo juga harus dikawal oleh media. Harus ada langkah kongkrit dari perkataan membela wartawan.

"Kita lihat akan sejauh mana wujudkan janj membela wartawan, statement itu kan janji," kata Eric.



    1 Komentar :

    Obat Kolesterol Di Apotik
    07 September 2017 - 15:26:24 WIB

    Terima kasih informasinya sangat bermanfaat

    http://goo.gl/sFRwW5 | http://goo.gl/ymCUJs | http://goo.gl/R53x3H
    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)