Kebal Hukum, Presiden Guatemala Lolos Tuntutan Korupsi

Rabu, 13 September 2017


GUATEMALA,RANEWS.TV- Presiden Guatemala Jimmy Morales terbebas dari tuntutan dan penyelidikan hukum atas dugaan korupsi setelah Kongres memilih untuk mempertahankan kekebalan hukum sang pemimpin.

Dalam sesi voting Selasa (12/9), sebagian besar anggota Kongres dengan suara 158-25 sepakat mempertahankan imunitas Morales dari kemungkinan penuntutan. Sebelumnya, jaksa agung mengajukan permintaan penyelidikan terhadap orang nomor satu di Guatemala itu atas dugaan penyelewengan dana selama kampanye pemilihan umum 2015.

Dalam konstitusi negara itu, imunitas seorang presiden bisa diangkat dengan dukungan mayoritas dua pertiga suara Kongres atau sekitar 105 annggota.

Para pendukung Morales berpendapat, upaya mereka untuk mempertahankan imunitas presiden terhadap penyelidikan hukum ini dilakukan guna menjaga stabilitas politik di negara Amerika Tengah tersebut.
"Demokrasi tidak dibangun dengan hanya mengganti presiden setiap dua tahun," ucap anggota Kongres sekaligus pemimpin Partai Fuerza, Raul Romero.

Keputusan Kongres ini pun bertentangan dengan desakan Komisi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Penentang Imunitas Guatemala (CICIG), yang mendorong penyelidikan mengenai dana sebesar US$800 ribu yang dikelola Morales saat menjabat sebagai sekretaris jenderal partai konservatif National Convergence Front (FCN) dari 2015-2016.

Bersama jaksa agung, CICIG turut mendesak kekebalan hukum Morales dicabut agar dapat menjalani penyelidikan. Dua hari setelah desakan itu, Morales malah mengusir pemimpin CICIG, Ivan Velasquez, dari negaranya.

Meski begitu, sejumlah pihak yang ingin melucuti imunitas Morales diyakini akan terus berupaya meminta lampu hijau dari parlemen untuk menuntut sang presiden, seiring penyelidikan yang dilakukan CICIG terhadap seluruh partai besar di Guatemala terkait dugaan pendanaan ilegal.
"Anggota Kongres saat ini membuat pakta antara pejabat korup yang menyatakan mereka takut untuk diselidiki mengenai pendanaan pemilu yang ilegal," kata Kepala lembaga anti-korupsi Guatemala Justicia Ya, Alvaro Montenegro.

Morales, yang selama ini berkeras membantah segala tuduhan, menyambut baik keputusan Kongres tersebut yang dianggapnya sebagai tanda persatuan dan "kedewasaan" demokrasi dalam pemerintahnya.

"Saya menyerukan untuk mengakhiri konfrontasi politik dan ideologis. Kita bersama-sama akan terus membangun Guatema seperti yang semua inginkan," tutur Morales dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.



    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)